Kamis, 28 April 2011

Warta: PMII Surabaya Instruksikan Semua Komisariat Antisipasi NII





Jumat, 29 April 2011 10:22
Surabaya, NU Online
Isu penculikan dan cuci otak atas sejumlah mahasiswa oleh jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Malang dan beberapa daerah lain di Indonesia memantik perhatian khusus dari pimpinan cabang PMII Surabaya.

Ketua Umum PC PMII Surabaya Salim Ashuri, mengatakan, PMII Surabaya telah merapatkan barisan untuk mengantisipasi kemungkinan gerakan NII ini akan terjadi di Surabaya. Pasalnya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dengan puluhan perguruan tinggi, Surabaya pasti menjadi daerah daftar target sasaran kelompok jaringan NII ini.

Bahkan, tegas pria kelahiran Lamongan ini, PMII Surabaya telah menginstruksikan semua komisariat dan rayon PMII se Surabaya untuk melakukan langkah-langkah antisipasi bagi mahasiswa di tingkat kampus masing-masing.

“Kami telah instruksikan ke 10 komisariat PMII untuk mensosialisasikan soa bahaya NII ini, kemudian komisariat diteruskan kepada rayon-rayon dibawahnya, “ teranga alumnus IAIN Sunan Ampel ini, di Surabaya, Kamis (28/4).

Ditambahkan Cak Salim – sapaan akrabnya- gerakan NII ini sangat membahayakan bagi keutuhan NKRI. Sehingga, menurutnya, NII jangan sampai mempengaruhi pikiran mahasiswa. “Kalau NII sampai mempengaruhi pikiran mahsiswa ini cukup bahaya,” imbuhnya.

Dengan demikian, Cak Salim meminta semua pihak untuk melakukan langkah tegas dan cepat. “Aparat kepolisian harus bergerak cepat dan menindak tegas para pelaku yang merekrut para mahasiswa tersebut,” pinta Cak Salim.

Ditanya soal mengapa yang menjadi target NII adalah mahasiswa, Cak Salim menyatakan, setidakn ya karena dalam diri mahasiswa terdapat potensi besar, yaitu mahasiswa memiliki “baju” idealisme dan militansi. Sehingga, jika dalam diri mahasiswatelah dirasuki sebuah keyakinan tertentu, maka keyakinan itu pasti akan diperjuangkan mati-matian.

“Kami yakin, jika doktrinasi NII telah berhasil menyusup ke alam pikiran mahasiswa, bisa dipastikan mahasiswa itu akan berjuang dalam mewujudkan idealisme tersebut, (NII, red) ini harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Seperti diberitakan, kini setidaknyaterdapat 4 mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya yang telah menjadi korban NII. Bahkan dua mahasiswi Unair yang menjadi korban NII tersebut bukan hanya berhasil dibaiat menjadi anggota NII, melainkan juga telah memberikan “sedekah” cuma-cuma sebesar Rp. 30 juta kepada kelompok NII tersebut. (Hdy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar